Investasi

Tingkat Investasi di indonesia masih sangat rendah. Sejauh ini, korupsi merupakan salah satu faktor penghambat proses investasi di Indonesia. Sistem birokrasi yang belum sepenuhnya dihilangkan menjadi faktor utama penyebab korupsi. Sadar akan hal itu, pemerintah beserta seluruh komponen lembaga tinggi negara bahu-membahu menyusun peraturan untuk mencegah, dan menghukum pelaku korupsi.

Korupsi di Indonesia telah menjadi penyakit sosial yang sangat membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa dari upaya mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran dan kemandirian,bahkan memenuhi hak-hak dasar kelompok masyarakat rentan (fakir miskin, kaum jompo dan anak-anak terlantar). Menurunnya tingkat kesejahteraan (menyengsarakan rakyat), kerusakan lingkungan sumber daya alam, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, hilangnya modal manusia yang handal, rusaknya moral masyarakat secara besar-besaran bahkan menjadikan bangsa pengemis, investasi dari negara lain yang menurun merupakan cerminan dari dampak korupsi.

Korupsi menjadi tumbuh subur pada suatu tatanan pemerintahan yang mengabaikan prinsip demokratisasi dasar yakni transparansi, partisipasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya publik. Dampaknya paling dirasakan oleh kelompok sosial masyarakat rentan baik secara ekonomi maupun akses, selain itu tumbuhkembangnya budaya dan relasi informal dalam pelayanan publik serta distrust terhadap pemerintahnya.

Musim penurunan investasi di Indonesia jelas terlihat dari menurunnya arus investasi sejak tahun 1997. Data BKPM menunjukkan, nilai Penanaman Modal Dalam Negeri pada tahun 1997 tercatat Rp 119 trilyun dengan jumlah proyek 723 unit. Data tahun 2003 terbukti tinggal Rp 50 trilyun dengan 196 proyek. Rekor investasi asing langsung yang masuk lewat Penanaman Modal Asing menunjukkan perbaikan: tahun 1997 nilainya sebesar USD 3,4 milyar dengan 331 unit proyek, pada tahun 2003 melonjak menjadi USD 5,1 milyar dengan jumlah proyek yang juga meningkat menjadi 493 unit. (Kuncoro,2007)

Arus investasi asing yang masuk ke Indonesia ternyata diikuti dengan arus keluar yang jauh lebih tinggi. Inilah yang biasa disebut sebagai net capital inflows yang negatif. Data neraca pembayaran Indonesia, terutama pos investasi asing langsung, mencatat angka negatif sejak 1998, yang dari tahun ke tahun semakin membesar. Baru pada sejak tahun 2005 net capital inflows mulai mencatat angka positif, yang berarti mulai turning point. Berbagai studi menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia lebih buruk dibanding Cina, Thailand, Vietnam dan negara-negara ASEAN lainnya. Iklim investasi dapat didefinisikan ‘sebagai semua kebijakan, kelembagaan, dan lingkungan, baik yang sedang berlangsung maupun yang diharapkan terjadi di masa mendatang, yang bisa mepengaruhi tingkat pengembalian dan resiko suatu investasi’. Banyak studi menemukan bahwa pelaksanaan otonomi daerah sejak tahun 2001 telah memperburuk iklim investasi di Indonesia. Masih rendahnya pelayanan publik, kurangnya kepastian hukum, dan berbagai Peraturan Daerah yang tidak “pro-bisnis” diidentifikasi sebagai bukti iklim bisnis yang tidak kondusif.

http://nurhidayat-room.blogspot.com/2010/03/korupsi-dan-investasi-di-indonesia.html

About purnama110393

badminton is my hobby
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s