Kutipan dan Catatan Kaki

Di sini saya akan membahas sedikit tentang kutipan dan catatan kaki, mulai dari definisi, fungsi, macam-macam dan contoh, kemudian cara penggunaannya

Definisi kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau  pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Kutipan ditulis untuk menetapkan isi uraian,memperkuat pembuktian, dan kejujuran menggunakan sumber penulisan. Srikpsi, tesis, disertasi, dan makalah ilmiah lebihdari 10 halaman sebaiknya menggunakan catatan kaki.

Fungsi kutipan, diantaranya:

  • Landasan teori
  • Penjelasan,dan
  • Penguat pendapat yang dikemukakan penulis
  • Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
  • Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
  • Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
  • Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
  • Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
  • Meningkatkan estetika penulisan.
  • Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

Macam-macam kutipan

Kutipan terdiri dari dua macam yaitu:

a)  Kutipan langsung: Salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa perubahan.

1)      Kutipan langsung kurang dari lima baris, ditulis berintegrasi ke dalam teks, spasi sama, pias (margin) juga sama, diapit tanda petik, dan pada akhir kutipan diberi nomor untuk catatan kaki

Contoh: Dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan disebutkan bahwa “unsur pinjaman yang pengucapan danpenulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasaIndonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannyahanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianyamasih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.”1 ___________________

1Dendy Sugono (Penanggung Jawab),

Pedoman UmumEjaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

, (Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2004), hlm.23

 

2)      Kutipan langsung lima baris ke atas ditulis terpisah dari teks, spasi rapat (spasi satu), margin kiri masuk ke dalam lima spasi, dari margin kanan tiga spasi, dan pada akhir kutipan diberi nomor catatan kaki.

Contoh: Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia disebutkanbahwa: Ragam bahasa standar memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap.Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat.Kaidah pembentukan kata yang menerbitkan perasa dan perumus dengan taat asas harus menghasilkan bentuk perajin dan perusak dan bukan perajin dan perusak dan bukan pengrajin atau pengrusak.2

Ketaatasasan ragam baku ini dalam penulisan ilmiah perludilaksanakan secara  konsisten sehingga menghasilkan ekspresi pemikiran yang objektif.

____________

2M. Anton Moeliono, M.(Ed), Tata Bahasa Baku BahasaIndonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988), hlm.13.

b)  Kutipan tidak langsung

Menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Penulisan diintegrasikan ke dalam teks, tidak di apit  tanda petik, spasi sama dengan teks, dan tidak mengubahisi atau ide penulis asli. Penulisan disertai data pustaka sumber yang dikutip, dapat berupa catatan kaki atau data pustaka dalam teks.

Cara Menggunakan Kutipan

 

1. Kutipan Langsung

    – dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan

    – dalam bentuk terjemahan

    – dalam bahasa aslinya, kemudiah diterjemahkan

    – atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.

 

2. Kutipan Tidak Langsung

  • Membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain
  • Menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertian tidak  berbeda dengan     ide/bahan/data orang lain yang dikutip
  • Menyusun bagan orang lain
  • Menyadur pendapat orang lain

Definisi catatan kaki

Catatan kaki adalah keterangan atas teks karanganyang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan (Gorys Keraf, 1994:193). Catatan kaki dapatberupa rujukan bahan penulisan yang dijadikan sumber dandapat pula berupa keterangan tambahan.

 

Fungsi catatan kaki, diantaranya:

1. Catatan kaki yang berupa referensi

a. Fungsi akademis:

  • memberikan dukungan argumentasi atau pembuktian
  • pembuktian (rujukan) kutipan naskah
  • memperluas makna informasi bahasan dalam naskah
  • penunjukan adanya bagian lain dalam naskah yang dapat ditelusuri kebenaran faktanya
  • menunjukan objektivitas kualitas karangan
  • memudahkan penilaian sumber data,
  • memudahkan perbedaan data pustaka dan keterangantambahan
  • mencegah pengulangan tulisan data pustaka
  • memudahkan peninjauan kembali penggunaanreferensi
  • memudahkan penyuntingan data pustaka
  • menunjukan kualitas kecerdasan akademispenulisnya.

 

b. Fungsi etika (moral):

  • pengakuan dan penghargaan kepada penulis sumber informasi
  • menunjukan kualitas ilmiah yang lebih tinggi
  • menunjukan kecermatan yang lebih akurat
  • menunjukan kesantunan akademis pribadi penulisnya.

 

c. Fungsi Estetika:

  • mempertinggi nilai keindahan perwajahan (halaman)
  • membentuk variasi format penulisan
  • memberikan kesan dinamis sehingga lebih menarik
  • menyenangkan pembacanya.

2. Catatan kaki yang berupa keterangan tambahan:

memberikan penjelasan (keterangan)tambahan

memperjelas konsep, istilah, definisi,komentar, atau uraian tambahan tanpa menggangguproses pemahaman uraian

tidak mengganggu fokus analisis ataupembahasan

meningkatkan kualitas karangan, dane.mempertinggi nilai estetika.

 

Macam-macam catatan kaki:

Catatan Kaki Lengkap, Catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan

  •             nama pengarang
  •             judul buku
  •             nama/nomor seri(jika ada)
  •             jumlah jilid (jika ada)
  •             nomor cetakan
  •             kota penerbit
  •             nama penerbit
  •             tahun terbit
  •             nomor halaman

 

Catatan kaki singkat

     Catatan kaki yang ditulis secara singkat. catata kaki singkat terdiri dari :

  • ibid. ( ibidium ) artinya “sama dengan di atas”. ibid. digunakan untuk menunjukan catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya.
  • op.cit. (opere citatti) artinya “dalam karya yang telah dikutip”. op.cit. digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki dari sumber lain
  • loc.cit. (loco citati) artinya “tempat yang sudah dikutip”. lop.cit.digunakan seperti op.cit. namun sumbernya berasal dari halaman yang sama

 

Penulisan Catatan Kaki

1.Catatan kaki dipisahkan tiga spasi dari naskah halaman yang sama.

2.Antar cacatan kaki dipisahkan dengan satu spasi.

3.Catatan kaki lebih dari dua baris diketik dengan satu spasi.

4.Catatan kaki diketik sejajar dengan margin.

5.Catatan kaki jenis karangan ilmiah formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk catatan kaki pertama pada awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab. Pada setiap awal bab baru berikutnya catatan kaki dimulai dengan nomor satu. Laporan atau karangan tanpa bab, catatan kaki ditulis pada akhir karangan.

6.Nomor urut angka arab dan tidak diberi tanda apapun.

7.Nomor urut ditulis lebih kecil dari huruf lainnya, misalnya fon10.

 

 

 

Sumber:

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2309283-pengertian-kutipan-dan-catatan-kaki/#ixzz2GcYCw7xk

http://www.scribd.com/doc/104142569/Kutipan-Dan-Catatan-Kaki

http://internasionale.blogspot.com/2012/01/pengertian-kutipanjenis-dan-contohnya.html

 

About purnama110393

badminton is my hobby
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s